Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI melalui Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Stakeholder dan Kelompok Kerja (Pokja) Pemkab Samosir, Simalungun dan Tobasa menggelar Stakeholder Meeting I dalam rangka Sinkronisasi dan Implementasi Program Kegiatan DMO (Destination Management Organization) Tahun 2011, Selasa (29/03) di Hotel Sopo Toba Ambarita Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Read more
Susah merubah prilaku penduduk. Danau air tawar yang berada di pegunungan Bukit Barisan ini kian hari kian mirip Tong Sampah. Masalah ini kian lama kian serius karena populasi di sekitar danau besar ini juga makin bertambah terus. Dulu mungkin keadaannya berbeda. Penduduk yang masih sedikit. Sampah mereka masih bisa diuraikan alam. Sekarang kondisinya berbeda. Alam kian muak dengan prilaku penduduk sekitar yang tak mau bersih bersih. Mana ada daerah tujuan wisata yang jorok. Belum lagi selesai masalah populasi dan limbahnya ini, sekitar 2 dekade terakhir Danau Toba dihadapkan dengan polusi dari industri.
.jpg)
29 Juli 2009, Save Lake Toba Community (SLTC) mengadakan kampanye untuk kebersihan Danau Toba. Mereka menyebarkan spanduk yang bertuliskan ”Danau Toba bukan tempat sampah! Buanglah sampah pada tempatnya” dan “Clean up the lake, Green up the land!” Selain memasang spanduk, SLTC juga membagikan T-Shirt SLTC “I love Loke Toba” dan “Clean up the LAKE, green up the LAND” kepada para crew Kapal.
Paling tidak ada usaha. Entah kapan pemerintah daerah mau serius menangani objek wisata yang sangat potensial ini.
Judul tulisan ini memang menohok. Wudhu adalah sebuah langkah persiapan untuk menunaikan shalat dalam agama Islam. Sementara Toba adalah sebuah kawasan di sekitar salah satu danau terbesar di dunia yang hampir semua penduduknya memeluk agama Kristen. Toba kerap digunakan sebagai istilah yang merujuk kepada Batak Kristen. Maksudnya, bila seseorang mengaku dirinya sebagai anggota komunitas Batak Toba, serentak dengan itu sang lawan bicara mengambil kesimpulan instan: temanku ini pasti beragama Kristen. Read more
Cover Novel SORDAM cetakan terbaru :

MAU ?
Read more
Graha Bhakti Budaya (TIM) adalah Gedung Pertunjukan yang besar, mempunyai kapasitas 800 kursi, 600 kursi berada di bawah dan 200 kursi di balkon. Panggung berukuran 15m x 10m x 6m. Gedung ini dapat dipergunakan untuk gedung pertunjukan konser musik, teater baik tradisional maupun modern, tari, film, dan dilengkapi dengan tata cahaya, sound sistem akustik, serta pendingin ruangan..
Dan tanggal 13 November 2010 (Sabtu) tepat jam 19:00, Senandung dan Nyanyian Rindu akan Danau yang Biru akan berkumandang mengalun merdu mengetuk hati sanubari, menghibur jiwa dengan syahdu namun gembira.. Aku tunggu hadirmu disana kawan.. Bersama kita berikan hati dan waktu untuk Danau Toba Tercinta..

Dari Sabang Sampai Merauke, Bersenandung Bersama Danau Biru. Saksikan Hanya di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Sabtu 13 Nopember 2010.

Turut beduka cita yg sedalamnya atas musibah longsor yg menimpa saudara saudara kita di desa sabulan, Rassangbosi, Samosir tgl 29 April 2010. Semoga tidak terjadi lagi musibah akibat pembabatan hutan Tele-Humbang. Bilamana kawan kawan tergerak membantu, dengan senang hati kami terima, berapapun jumlahnya, yang akan kami salurkan kpd yg tertimpa musibah. Tolong transfer ke rek. : BANK MANDIRI 102-00-0516592-0 A/N: LSM Komunitas Selamatkan Danau Toba.