save lake toba community

clean up the LAKE, green up the LAND!
Short URL to this post : http://savelaketoba.org/?p=461

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI melalui Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata  bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Stakeholder dan Kelompok Kerja (Pokja) Pemkab Samosir, Simalungun dan Tobasa menggelar Stakeholder Meeting I dalam rangka Sinkronisasi dan Implementasi Program Kegiatan DMO (Destination Management Organization) Tahun 2011, Selasa (29/03) di Hotel Sopo Toba Ambarita Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Dalam pertemuan tersebut hadir Acyaruddin selaku Direktur Produk Pariwisata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenbudpar RI, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provsu, Wakil Bupati Samosir Ir. Mangadap Sinaga, Anggota DPRD Samosir,  Fasilitator dari INDECON (Indonesian Ecotourism Network) Ary Suhandi, Forum Pengembangan Pariwisata (FPP), Komunitas SLTC (Save Lake Toba Community) Annette H, Pimpinan SKPD Pemkab Samosir, Simalungun dan Toba Samosir.

Dalam sambutannya Direktur Produk Wisata Kemenbudpar RI Acyaruddin mengatakan bahwa pertemuan ini adalah untuk mensinkronkan secara terstruktur dan sinergi pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba oleh para stakeholder yang tergabung dalam wadah DMO (Destination Management Organization) yang melibatkan para pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta dan masyarakat sesuai dengan porsi masing-masing. Oleh karena itu, diharapkan kerjasama yang bersinergi antara Pemerintah pusat melalui Kemenbudpar, Disbudpar Provinsi, Dinas Pariwisata Kabupaten kawasan Danau Toba serta stakeholder lainnya.

Acyaruddin menambahkan bahwa pembangunan jalan outer ring road Danau Toba sudah menjadi salah satu program nasional dalam rangka percepatan pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba. Untuk saat ini 3 (tiga) wilayah yang merupakan focus atama yakni Tomok, Tuktuk dan Ambarita dengan tidak mengesampingkan wilayah lainnya. Sebab itu, diharapkan kepada pemerintah daerah agar meningkatkan fasilitas-fasilitas kebersihan.

Wakil Bupati Samosir Ir. Mangadap Sinaga dalam arahannya mengatakan bahwa Pemkab Samosir  sangat mendukung kegiatan ini yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pengembangan kawasan wisata Danau Toba sebagai tujuan wisata nasional. Beliau menambahkan agar seluruh warga Samosir dapat berpartisipasi sekecil apapun sehingga mendukung percepatan pencapaian visi Kabupaten Samosir sebagai Daerah Tujuan Wisata Lingkungan yang Inovatif.

Dalam pertemuan tersebut, juga dilaksanakan pemaparan program kerja yakni oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provsu, Kadis Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Simalungun, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Toba Samosir, Kadis Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Samosir Ir. Theodora Sihotang, MAPA, Komunitas SLTC, Forum Pengembangan Pariwisata (FPP) Samosir dan Simalungun, Fasilitator dari Indecon Ary Suhandi, serta pokja Samosir dan Simalungun.

(Humas/Raffles)

Sumber : Pemkab Samosir


2 Responses to “Stakeholder Meeting I Destination Management Organization Danau Toba 2011”

  1. Deardo

    Juga nyatakan bahwa Samosir dan sekitarnya harus bebas dari objek target exploitasi tambang mineral dan pembantaian hutan. Jangan rusak tanah leluhur.
    Apapun alasannya. BUKTIKAN

  2. barmen lubis

    NIAT BAIK dan TERBUKA

    terompet era keterbukaan sudah dikumandangkan…
    semoga niat baik dan keterbukaan menjadi landasan dari aksi mulia ini.
    berikan informasi yg jujur dan jelas bagi semua pihak hingga masyarakat.
    biarkan masyarakat sekitar merasa turut memiliki yg pada akhirnya akan memperoleh nilai tambah signifikan bagi perekonomian mereka.
    kebersihan dan keamanan adalah unsur penting dari obyek wisata, keikut sertaan masyarakat dalam hal ini sangat diperlukan.
    save lake toba…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>