Sumber : Kompas.Com
Perusahaan budidaya ikan nila, PT Aquafarm Nusantara, diminta membuktikan proses produksi mereka tak mencemari Danau Toba. Perusahaan penanaman modal asing dari Swiss ini diminta membuat kajian ilmiah yang dapat diseminarkan agar masyarakat dan pemerintah daerah yakin, Danau Toba sebagai tempat pembudidayaan ikan nila perusahaan tersebut tak tercemar.
Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara Parlindungan Purba, Aquafarm sempat menjanjikan akan membuat seminar ilmiah soal dampak lingkungan budidaya ikan nila di Danau Toba. Akan tetapi rencana tersebut tak kunjung terlaksana, meski pun dugaan Aquafarm mencemari Danau Toba menjadi isu yang tetap berkembang di masyarakat.
“Kami minta Aquafarm membuktikan kalau mereka tak mencemari Danau Toba. Dalam tiga bulan ini paling tidak harus ada seminar ilmiah soal itu,” ujar Parlindungan di Medan, Minggu (3/12/2010).
Parlindungan mengungkapkan, tuntutan agar Aquafarm membuktikan tak mencemari Danau Toba ini tak main-main. “Bila tak ada realisasi seminar ilmiah, kami juga mengusulkan Aquafarm ditutup saja karena sebelumnya mereka sudah pernah berjanji akan menggelarnya,” katanya.
Parlindungan berpendapat, sangat wajar jika masyarakat menduga Aquafarm mencemari Danau Toba. Ada 100 ton pakan ikan yang masuk ke Danau Toba setiap harinya. “Memang makanannya terapung, tetapi kan juga belum ada jaminan bahwa itu tak mencemari danau,” katanya.
Dia juga mengakui, soal pakan ikan ini, petani keramba jaring apung juga melakukan hal yang sama. “Ada dua ton pakan ikan yang diberikan petani setiap harinya ke keramba jaring apung mereka,” katanya.
Jamin
Manajer Pembesaran PT Aquafarm Hermanto menuturkan perusahaannya menjamin proses budidaya ikan nila tak mencemari Danau Toba. Bahkan standardisasi pengelolaan kualitas air melalui monitoring dan pemeriksaan yang sangat ketat. “Kami memiliki laboratorium kualitas air yang memantau 24 parameter setiap bulannya. Parameter tersebut antara lain meliputi kimia, biologi dan fisika air,” ujar Hermanto.
Aquafarm, lanjut Hermanto, bekerja sama dengan Wageningen University, Belanda, dalam mengoperasionalkan laboratorium kualitas air tersebut. “Kami juga bekerja sama dengan konsultan asing untuk memantau kualitas air Danau Toba,” katanya.
Hermanto mengungkapkan, perusahaannya juga sangat terbuka terhadap pengawasan pemerintah. Dia menuturkan, setiap enam bulan, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun mengambil sampel air di sekitar tempat pembudidayaan ikan nila Aquafarm.
“Yang pasti kami juga punya dokumen pengelolaan lingkungan yang disetujui Bapedalda (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) Sumut. Kami ini dimonitor terus oleh pemerintah,” katanya. (Khaerudin-Medan) (BIL)

Mudah2an dalam 3 bulan ini ada realisasi janji Aquafarm
SAVE LAKE TOBA - tampak jelas belum mar-ngingi(gigi). Belum punya tenaga ahli, untuk menganalisa kejadian di Danau Toba. Namun sederhana saja, bisakah Save Lake Toba (SLT) hanya sekedar menganalisa : “100 ton pakkan ikan” di masukkan ke Danau Toba. Benar kah? Secara volume, berapa m kubik kah seratus ton itu? Jika 100 ton/hari, maka interval pemasukannya berapa kali kah? Setiap berapa jam kah? Pakan ikan itu akan larut dalam air. Berapa persenkah dari Pakan itu yang dimakan ikan, sedangkan sisanya akan bereaksi dengan air, dan inilah yg mencemarkan Danau Toba.
Siapakah yg mengawasi? Bappedal PEMDA Simalungun? Mengertikah aparat di sana BAGAIMANA CARA PENGAWASAN? ADAKAH STANDART yg digunakan? Jangan2 standartnya adalah x Rupiah.(Sega ma hita).
USU UNIVERSITAS SUMATERA UTARA - kurang sensitif. Apakah SLT bisa membangunkannya dari tidur?
Aquafarm bisa ngoceh apa saja. Tapi harusnya PEMDA, PEMPROP SUMUT harusnya mempunyai SISTEM dan Jejaring untuk memonitor ini. Saya sadar memang DANAU TOBA terletak di wilayah REPUBLIK INDONESIA. Makanya saya tak berharap banyak.
Wah.. Pak Hotma Tobing sepertinya sudah siap jadi Tenaga Ahli SLTC ya ? Mari silahkan pak..
bagaimana dgn pencemaran lingkungan yg di sebabkan oleh hotel-hotel..kenapa tdk di kaji,,
lalu reklamasi pantai utk sarana pendukung hotel..
sy kira hrs melibatkan ahli berlisensi AMDAL..
usut tuntas aquafarm…apa tak dibilang perusahaan itu, taunya cuma eksploitasi sda kita, mudaratnya ke kita, untungnya dibawa entah kemana…
kepada pihak2 yg konsern dgn persoalan pencemaran danau toba ini, kami radio pelita batak 90,7 fm siap menjadi media propaganda untuk melawan kapitalis perusak sda kita…
Kita punya data2 yang cukup valid yg menunjukkan bahwa benar memang terjadi proses ‘eutrifikasi’ di Danau Toba hasil pengukuran oleh BLH Pusat.
Lae Charly bisa bantu utk mendapatkan no kontak / email bp Parlindungan Purba itu agar kita bisa share data2 itu ke dia.
Mauliate
Pagi semuanya,…
teman teman sekalian..ini mungkin media forum yang tepat utuk bertanya. kemaren saya terkejut mendengar berita bahwa ada kejanggalan pengelolaan lingkungan hidup oleh PT Aquafarm pada wilayah danau toba..pagi ini saya melakukan seaching di internet..sungguh membuat saya sangat miris dan geram..bagaimana nasib danau toba 10 tahun lagi?. sedang memikirkan bagaimana menindaklanjutinya olehkarenanya saya minta bantuan kepada teman teman dalam hal memperoleh informasi yang valid mengenai danau toba.
Saya putra daerah parapat, lahir disana, besar disana sekarang saya telah metantau dan sekarang masih tinggal di Jakarta, bekerja sebagai Pengacara.
Untuk itu teman-teman ada yang bisa membantu saya terutama mengenai informasi realnya danau toba sekarang..teman teman boleh menhubungi saya di
email: tuaman@bmplaw.co.id
Telpon: 085885117214
ym: tuaman.manurung@yahoo.co.id
pin BB: 20CBA696
TERIMA KASIH…
Jika ada anggota SLTC,yg ingin mengetahui lokasi pencemaran danau toba,anda hanya perlu 1 camera yg bisa digunakan dalam air,dan silakan menyelam persis dibawah lokasi kerambah tersebut,seperti yg saya lakukan thn 2007.hasilnya…..anda akan melihat tumpukan sampah plastik,serta anda akan merasa gatal gatal seluruh badan.