save lake toba community

clean up the LAKE, green up the LAND!
Posted by Charly Silaban on January 12th, 2010
Short URL to this post : http://savelaketoba.org/?p=315

Sumber : Nonblok.Com

Annette br. Siallagan

Annette br. Siallagan

Jangan tanya nama Annette Horschmann di tanah Batak. Orang di sana lebih mengenalnya sebagai Annette Boru Siallagan. Perempuan kelahiran Wengern, Jerman, pada 21 Oktober 1967 itu, telah 16 tahun tinggal di Indonesia.

Annette meninggalkan negaranya pada 1984, melanglang buana selepas kuliah. Di beberapa negara Annette selalu mendengar tentang Lake Toba. Saat dia di Thailand keinginan ke Lake Toba tumbuh kuat, setelah mendengar daerah itu dari sesama pelancong. Annette semakin penasaran tentang daerah ini.

Di Bali pun diputuskan, dia harus ke Danau Toba, dengan mengubah rute perjalanan yang sebelumnya direncanakan ke AS dan Selandia Baru. Setibanya di Danau Toba, dia tertegun. “Indah sekali, aku ingin tinggal disini,” katanya.

Keinginan itu sudah timbul sebelum memasuki Samosir. Annette lama tinggal di sana, sampai akhirnya ditaksir cowok Batak. Gayung pun bersambut, mereka berpacaran.

Suatu ketika Annette kembali ke Jerman, tapi kemudian ia jatuh sakit. Meskipun tubuhnya gering, hatinya selalu berada di Danau Toba. “Aku harus kembali,” tekadnya.

Danau Toba pun ternyata sangat mencintai dia, sehingga tidak rela berlama-lama melepaskannya di kampung halamannya di Jerman sana. Maka Tuhan pun mengikat hatinya dengan seorang lelaki yang sangat beruntung di Tuktuk, dialah Anthony Silalahi. Setelah menikah, jadilah dia Annette boru Siallagan, boru ni Tulang.

Mahir bahasa Batak
Perempuan Jerman ini juga sangat berperan dalam kemajuan pariwisata Danau Toba. Namanya terukir dengan tinta emas dalam sanubari masyarakat Toba, lantaran Annette berperan membangkitkan semangat orang Toba membangun daerahnya agar menarik minat wisatawan berkunjung.

Ia pun menggerakkan warga sekitar dalam membersihkan lingkungan, seperti membersihkan enceng gondong yang telah merusak perairan Danau Toba. Bahasa bataknya pun lancar, membuat orang-orang di sana sangat senang berteman dengannya.

Annette mengaku mempelajari bahasa Batak agar bisa berkomunikasi secara baik dengan warga. “Agar kalau saya mau mengatakan jangan membuang sampah sembarangan bisa saya sampaikan dengan baik dengan bahasa mereka” tegas Annette.

Perempuan bule itu memang sudah merasa jadi orang Batak seratus persen. Bukan saja karena dia menikah dengan marga Silalahi, kemudian mendapat marga boru Siallagan. Namun Annette yang kini tinggal di Tuktuk, Samosir, itu juga memang menghayati betul kehidupan barunya sebagai manusia Batak.

Hingga hari ini Annette tetap di Samosir dengan tiga orang anaknya: Marco, Julia, Otto Silalahi. Keluarga ini mengelola cottages dengan nama Tabo Cottages di Tuktuk, dan sangat terkenal di belahan Eropa. Tabo sendiri artinya enak.

Annette akhirnya bisa memberikan penyadaran lingkungan yang lebih luas pada penduduk. Kebiasaan mencintai lingkungan pun ditularkan pada anak-anaknya. Annette telah memberikan inspirasi besar. (Ayu Aniprasya)


2 Responses to “Annette Horschmann : Perempuan Jerman Peduli Danau Toba”

  1. Pasaribu Lambok

    salam baik untuk annete…..

  2. Ibu annette, kami sekolah tinggi perikanan sibolga ingin terjun ke danau toba. pengennya mau berbagi cerita dengan ibu. dari mana kami akan mendapatkan informasi ibu?
    salam, Komunitas pelindung Terumbu karang. Horas

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Lake Toba Today :