Sumber : Kompas.Com
Turis asing makin banyak yang kembali menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata utama ketika berkunjung ke Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan makin tingginya tingkat hunian hotel di Desa Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Tuktuk merupakan salah satu desa wisata yang memiliki hampir 30 penginapan berbagai jenis.
Sekarang kami sedang mencoba merevitalisasi seni budaya Batak agar bisa jadi salah satu atraksi yang menarik.
Menurut salah seorang pengelola penginapan di Tuktuk, Bulan Sitepu, makin banyaknya turis asing yang datang ke Danau Toba ditandai dengan semakin terkenalnya Tuktuk di kalangan wisatawan yang khas dengan ransel di punggung sambil berjalan kaki atau backpacker luar negeri.
”Edisi Lonely Planet (buku panduan bagi backpacker internasional) yang terbaru malah dengan detail menyebutkan informasi soal Tuktuk. Hampir sepanjang tahun penginapan di Tuktuk didatangi turis asing,” kata Bulan saat ditemui di Tuktuk, Kamis (11/2).
Hal senada juga diungkapkan pemilik salah satu rumah makan di Tuktuk, Leo Sidabutar. Dia membenarkan bahwa turis asing mulai kembali datang ke Danau Toba ditandai dengan banyaknya turis jenis backpacker ke Tuktuk. ”Sekarang, mulai banyak lagi turis asing yang datang meski tidak seramai sebelum tahun 1997,” katanya.
Menurut Leo, sejak krisis ekonomi tahun 1997 sebenarnya kondisi Tuktuk sudah bisa dikatakan desa wisata yang telah ”mati”. ”Hampir tak ada lagi turis asing yang mau datang ke Tuktuk. Turis asing yang berkunjung hanya sebatas turis asing tradisional asal Belanda, yang selalu datang sepanjang tahun. Mereka memang tiap tahun datang, tetapi jumlahnya tak banyak,” katanya.
Leo mengatakan, salah satu yang sekarang digagas, karena turis asing juga tak hanya menikmati keindahan Danau Toba saja, adalah menampilkan seni budaya Batak, seperti tari dan teater.
”Sekarang kami sedang mencoba merevitalisasi seni budaya Batak agar bisa jadi salah satu atraksi yang menarik bagi turis asing,” katanya.
Strategi
Pengelola penginapan, selain menjalin kerja sama dengan agen perjalanan wisata, juga punya strategi lain agar turis asing merasa betah tinggal cukup lama di Tuktuk.
Bulan mengungkapkan, semua pengelola penginapan di Tuktuk memang punya siasat sendiri agar tempatnya didatangi turis asing.
Menurut dia, salah satu yang strategi yang dipakai adalah memanjakan backpacker.
”Karena dari mulut merekalah penginapan kami ini akhirnya bisa tersebar. Kami malah tak keberatan menolong backpacker yang kesulitan uang untuk membayar penginapan. Karena terbukti, keramahtamahan dan kebaikan kami justru berkenan di banyak backpacker yang berkunjung ke Tuktuk,” katanya. (BIL-KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT)

Saya sangat senang mendengar karena bertambahnya wisatawan asing datang untuk.
mengunjungi danau toba.
Cuma yang perlu ditingkatkan adalah kepedulian pemerintah & masyarakat setempat
untuk menjaga & memelihara lingkungan Danau toba.
Saya melihat kebersihan di daerah danau toba sangat di bawah standart. Pembuangan
sampah yang merata2 tempat, bahkan staff yang membersihkan kapal pun tidak segan2
membuang sampah ke dalam Danau.
Tolong kepada yang bertugas di bagian pemerintahan untuk dukungannya dalam
membangun Samosir. Dulu kejayaan samosir sudahlah di puncak. tapi sekarang jauh
dari yang di harakan. Pedulikanlah perjuangan para anggota PROTAP yang sampai
rela di penjara hanya demi mempertahankan samosir. rawatlah baik2 krn itu juga
nanti yang akan diwariskan kepada anak cucu.
Sekian & Terima kasih
Dame
Danau Toba merupakan keindahan alam yang sangat potensial bagi peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar danau toba. Sehingga Kabupaten Samosir yang dikelilingi oleh danau ini dapat mengembangkannya menjadi sumber PAD yang sangat potensial, khususnya pariwisatanya yang mengandalkan danau tersebut.
Pulau Samosir yang sangat indah karena dikelilingi oleh danau tersebut, sudah selayaknya mendapat penanganan yang cukup serius. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kepariwisataan di Samosir khususnya adalah penanganan arsitektur yang menggali dari arsitektur batak dan dipadukan dengan arsitektur modern yang dapat membuat para wisatawan menjadi betah tinggal di Pulau Samosir untuk berlibur dan menikmati keindahan alam.
Juga masyarakat batak yang tinggal di Pulau Samosir juga harus menunjukkan citra bahwa mereka benar-benar beradat terhadap pada wisatawan yang datang ke sana. Sehingga dengan menganggap bahwa para wisatawan itu adalah ‘Hula-hula’, pasti akan memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung yang datang kesana dan menciptakan kerinduan akan kembali lagi.
Bilmart