save lake toba community

clean up the LAKE, green up the LAND!
Short URL to this post : http://savelaketoba.org/?p=385

Sumber : Harian Global

Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan menggelar workshop hasil studi International Tropikal Timber Orgnization (ITTO) dalam pemulihan ekosistem Danau Toba, di kampus Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Kamis (28/1). Workshop yang digelar Pusat Penelitian Lingkungan Hidup UHN bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam (P3HKA) Bogor dan ITTO ini diikuti sekitar 65 peserta dari berbagai instansi/lembaga serta utusan kelompok tani.

Rektor UHN Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc mengatakan, saat ini lingkungan Kawasan Ekosistim Dana Toba (KEDT) dalam situasi kritis. Hampir semua komponen-komponen ekosistim di kawasan ini mulai dari lahan, air, hutan bahkan sosial budaya masyarakat mengalami degradasi.

Salah satu komponen ekosistem di KEDT yang kondisinya memprihatinkan itu adalah kawasan hutan. Menurut rector, intensifnya penebasan hutan yang diikuti seringnya terjadi kebakaran hutan menyisakan lahan-lahan terbuka yang rawan erosi atau rentan longsor. Sementara upaya-upaya reboisasi dan re-forest berjalan lambat.

Program ini juga dinilai rektor sering terganggu oleh praktik penggembalaan ternak secara tak terkendali. Bahkan tidak jarang pemilik ternak membakar semak belukar sebagai jalan pintas guna menyediakan  vegetasi  muda bagi ternaknya.

“Untuk itu kita berterimakasih dan memberi apresiasi kepada ITTO yang konsen dalam mengimplementasikan program-programnya, yaitu berbasis masyarakat,” kata rektor.

Menurut rektor, harus diakui dari semua stakeholders, penduduk setempatlah yang paling berkepentingan dengan dampak negatif dari degradasi lingkungan di KEDT.

Workshop yang dibuka Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE diwakili Ir Emansyah Ginting dari Balai Lingkungan Hidup Sumut mengatakan, kuantitas dan kualitas kawasan danau toba mengalami degradasi. Malah di beberapa tempat khususnya di perairan pantai wilayah perkotaan telah tercemar, dan pantai berubah fungsi menjadi bangunan, ruangan rekreasi semakin sempit, air limbah masuk ke danau dan berbagai permasalahan lainnya.

Dampak terjadinya perubahan nilai estetika dan keindahan danau toba itu mengakibatkan terjadinya penurunan arus wisatawan,  perhotelan banyak yang tutup. Begitu pula usaha jasa angkutan darat maupun air tidak berkembang, sehingga menyebabkan hilangnya kesempatan kerja dan penurunan tingkat pendapatan masyarakat lokal.

“Permasalahan gangguan tatanan ekosistem kawasan Danau Toba merupakan masalah bersama. Karena itu diharapkan kita semua berperan aktif dalam pemulihannya serta aktif melakukan penelitian di kawasan tersebut dengan memanfaatkan resarch center yang akan dibangun tahun 2010 ini,” ajak Gubsu.

Sementara itu Team Leader Program ITTO Ir Sibarudi M Wood Sc didampingi Ketua panitia Dr Ir Juli Ritha Tarigan MSc menyebutkan, salah satu hasil studi ITTO menunjukkan bahwa nilai jasa lingkungan di kawasan DTA Danau Toba cukup tinggi sekitar Rp 1,39 triliun per tahun.

“Persoalan yang perlu kita tindak lanjuti antara lain bagaimana nilai jasa lingkungan tersebut dapat direalisasikan secara nyata dan hasil pengumpulan dananya dapat dimanfaatkan kembali untuk perbaikan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Sibarudi. ( SWISMA|GLOBAL|MEDAN )


One Response to “UHN Gelar Workshop - Pemulihan Ekosistem Danau Toba”

  1. zulkifli harahap

    Pemanfaatan hutan untuk turisme sudah ada gurunya: Shinandoah,West Virginia (Country road take me home / to the place I ….), Yellowstone Natl. Park. Banyak yang dpat dicontoh dari kedua tempat ini saja. Yang dekat, lihat bagaimana Serawak memanfaatkan hutannya untuk tujuan turisme.

    Kuncinya cuma satu: jangan NATO!

    Zul

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>