Konser musik Batak neo tradisional yang dikemas dalam konsep “Semalam di Danau Toba ” segera digelar di Tanjungpinang 5 Mei mendatang.
Konser ini nantinya bakal menarik karena menggabungkan musik Batak tradisional dan modern. Juga ada tari dan puisi.“ Rencananya konser akan dilaksanakan di GOR Kacapuri 5 Mei mendatang,” ujar Managing Direktor Anugerah Tour and Travel selaku Even Organizer (EO) acara, Lenni Br Purba kepada sejumlah wartawan di Hotel Comfort,Sabtu (6/2) malam. Read more
Lagu karya Tongam Sirait ini menggugah untuk bersama-sama melakukan kepedulian ke kampung halaman. Dinyanyikan mengiringi kegiatan penghijauan di Tigaras Kabupaten Simalungun, kerjasama SLTC dengan Pemkab Simalungun 1 Desember 2009.
Cameramen & Editor : Monang Naipospos Read more
Penulis : H.D. Melva Sitanggang & Togu Harlen Lumban Raja
PENDAHULUAN
Keindahan alam merupakan suatu karunia Tuhan yang sangat berharga dalam kehidupan manusia karena jika dimanfaatkan dengan baik akan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat menuju sejahtera, namun jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan mengakibatkan kesengsaraan bagi kehidupan masyarakat. Tidak semua negara atau daerah memiliki keindahan alam sehingga bagi negara atau daerah yang memiliki keindahan alam seharusnya dapat memberdayakan keindahan alam tersebut dan dimanfaatkan dalam rangka kehidupan manusia yang sejahtera. Read more
Sumber : Batak Pos Online
Dewan Etik Save Lake Toba Community (SLTC) kagum melihat semangat kerja petani di Kabupten Simalungun yang terus menerus berhasil memperjuangkan daerah itu menjadi daerah lumbung beras terbesar di Sumatera Utara (Sumut), namun semangat juang petani ternyata tidak didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai. Akibatnya petani di kabupaten itu menjadi sangat dirugikan.
Ketua Dewan Etik SLTC, Parlindungan Sinaga yang juga putra daerah Simalungun mengatakan itu di sela-sela kunjungan sosialnya yang datang khusus meninjau kehidupan petani Simalungun bersama wartawan, Senin (25/1). Read more
Sumber : Liputan6.com
Keindahan Danau Toba, Sumatra Utara, bisa jadi tak dapat dinikmati lagi di masa-masa mendatang. Sebab dari pantauan SCTV, Sabtu (23/1), volume air Danau Toba berkurang. Saat ini saja di awal musim penghujan air danau terbesar susut nyaris 1,5 meter.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menyebutkan, penebangan hutan menjadi salah satu penyebabnya. Terbukti dari banyaknya gelondongan kayu. Hutan pun terlihat menggundul. Belum lagi melimpahnya limbah dan sampah yang masuk ke danau kebanggaan rakyat Sumut ini. Ironisnya dari 260. 154 hektare daerah tangkapan air di sekitar Danau Toba, nyaris separuhnya kritis.
Nelayan di Danau Toba pun menjadi taruhan. Mereka harus bekerja ekstra karena ikan hanya muncul di perairan dalam. Lumut di pinggir danau yang mulai menghilang membuat ikan tak betah berada di bibir danau.
Kini hanya satu yang dinanti para nelayan, yakni konservasi lingkungan. Pemerintah kabupaten dan sejumlah perusahaan kertas di sekitar Danau Toba harus turut berperan. Tentunya jika tak ingin maskot kebanggan rakyat Sumut itu menghilang begitu saja. (Tuti Alawiyah Lubis) (AIS)
Sumber : Harian SIB
Dewan Etik Save Lake Toba Community (SLTC) Parlindungan Sinaga, John Fresly Hutahaean dan Karyanta J Sinulingga sejak Jumat (7/1) hingga Minggu (10/1) berkunjung ke Tigaras Kabupaten Simalungun, meninjau hasil penanaman 50.000 pohon untuk penghijauan kawasan hutan Simalungun daerah pinggiran Danau Toba Desember 2009.
Program tanam 50.000 pohon tanaman keras yang dilakukan relawan SLTC tersebut di daerah kabupaten kawasan Danau Toba merupakan bagian dari kegiatan tanam dan pelihara pohon oleh Ibu Negara di Jakarta dan SLTC bersama Departemen Kehutanan cq BP DAS Asahan Barumun serta Pemerintah Kabupaten Simalungun. Read more
Penulis : Monang Naipospos
Ketika Siboru Deak Parujar memohon kepada Mulajadi Nabolon untuk diberi restu dan ruang berekspresi pada sebuah dunia baru, terciptalah planet bumi. Dalam mitologi Batak, beliaulah leluhur manusia pertama. Cinta dan cemburu atas penolakan Boru Deak Parujar yang konon semakin cantik setelah mendapat kekuatan baru dari Mulajadi Nabolon, Naga Padohaniaji turun ke bumi menemui Boru Deak Parujar mengutarakan rasa cinta. Penolakan Deak Parujar menimbulkan rasa kecewa Naga Padohaniaji, amarahnya membuat dirinya semakin meraksasa sehingga mampu mengguncang bumi hingga pecah berkeping. Read more