save lake toba community

clean up the LAKE, green up the LAND!

Komitmen Ke Danau Toba

Komitmen Pemkab Simalungun yang disampaikan oleh Wakil Bupati Simalungun Pardamean Siregar.
Beliau diwawancarai oleh John Fresly Hutahaean dari Komunitas Save Lake Toba (SLTC) di Tigaras - Simalungun 01 Desember 2009

Cameramen & Editor : Monang Naipospos

Note : Jika video tidak tampil klik disini atau download disini.

Posted by Charly Silaban on December 10th, 2009
Posted in: Wacana & Opini
Response: 0 Comment

 

Gerakan Perempuan Menanam dan Pelihara Pohon di Simalungun

Sumber : Waspada ePaper

Gerakan Perempuan Menanam Pohon di Simalungun

Posted by Charly Silaban on December 6th, 2009
Posted in: Media Clipping
Response: 0 Comment

 

Selamatkan Danau Toba, Tanam 150 Ribu Pohon di Lahan Kritis

Sumber : Metro Siantar

Dari Acara Perempuan Peduli Danau Toba di Nagori Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean

Selasa (1/12) sekira pukul 09.30 Wib, Tugu Perjuangan di Nagori Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun mendadak ramai. Tiga ratusan orang dari latarbelakang berbeda sudah bersegera hendak menanam pohon di salah satu kaki bukit di nagori penghasil bawang itu. Bakal ditanam 150 ribu batang pohon di sekeliling Danau Toba, mengganti pepohonan yang pernah ditebang secara liar atau yang terbakar. Read more

Posted by Charly Silaban on December 3rd, 2009
Response: 0 Comment

 

Simalungun Canangkan Gerakan Perempuan Menanam

Sumber : Medan Bisnis Online

Pemkab Simalungun bekerja sama dengan LSM Save Lake Toba Community (SLTC) dari Jakarta, GOW (Gabungan Organisasi Wanita) dan masyarakat mencanangkan gerakan menanam pohon di wilayah kawasan Danau Toba.  Kegiatan yang dirangkai dengan gerakan perempuan menanam dan memelihara pohon ini dilaksanaan di Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean,  Selasa (1/12).
Kepala Dinas Kehutanan Simalungun Ir Amran Sinaga menyampaikan, kegiatan ini  bertujuan untuk mendorong semua elemen masyarakat termasuk para guru dan anak sekolah, khususnya kaum perempuan dalam rangka memberhasilkan gerakan menanaman pohon Indonesia, sebagai program pemerintah sesuai dengan Keppres 24 tahun 2008. Read more

Posted by Charly Silaban on December 3rd, 2009
Posted in: Media Clipping
Response: 0 Comment

 

Gerakan Perempuan Menanam dan Pelihara Pohon di Simalungun

Sumber : Ekspos News

Pemkab Simalungun bekerjasama dengan LSM Save Lake Toba Community (SLTC) dari Jakarta, GOW (Gabungan Organisasi Wanita) dan masyarakat melaksanakan gerakan menanam pohon di wilayah kawasan Danau Toba di Nagori Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean, Selasa (1/12). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan gerakan perempuan menanam dan memelihara pohon. Read more

Posted by Charly Silaban on December 2nd, 2009
Tags:
Posted in: Media Clipping
Response: 0 Comment

 

Tanpa kesadaran dan keterlibatan komunitas lokal, program penyelamatan Danau Toba tidak berkelanjutan

Sumber : Waspada Online

Tanpa kesadaran dan keterlibatan komunitas lokal, program-program pendidikan lingkungan, peningkatan kepedulian kepada lingkungan (secara khusus Danau Toba), upaya-upaya penyelamatan ekologi Danau Toba serta pengembangan wisata berbasis alam atau ecotuorism tidak akan memiliki keberlanjutan (sustainability) dalam jangka panjang.

Belajar dari pengalaman banyak organisasi dan lembaga yang sudah lebih dulu bekerja untuk penyelamatan Danau Toba membuat forum diskusi Komunitas Selamatkan Danau Toba (Save Lake Toba Cummunity/SLTC) melihat pentingnya keterlibatan komunitas lokal (local community) dalam setiap program yang dijalankan. Read more

Posted by Charly Silaban on December 2nd, 2009
Response: 1 Comment

 

Pohon Tidak Sekedar Melestarikan Lingkungan

Penulis : Ir. Fadmin Prihatin Malau

Banyak yang tidak mengetahui Hari Pohon se-Dunia, 21 November. Gaungnya tidak begitu besar sehingga banyak masyarakat yang tidak peduli dengan Hari Pohon se-Dunia. Bila bicara pohon selalu identik dengan melestarikan lingkungan, dikaitkan dengan bumi yang semakin panas, pemanasan global dan lainnya.

Memang tujuan dari memperingati Hari Pohon se-Dunia adalah mengajak umat manusia untuk melestarikan lingkungan. Sebab dunia kini semakin renta, rapuh dan bakal hancur akibat semakin banyaknya polusi dari kendaraan bermotor, hutan ditebangi, lapisan ozon menipis karena efek rumah kaca. Semua itu membahayakan kehidupan manusia di dunia ini. Read more

Posted by Charly Silaban on November 22nd, 2009
Response: 1 Comment