save lake toba community

clean up the LAKE, green up the LAND!
Posted by Charly Silaban on January 29th, 2010
Short URL to this post : http://savelaketoba.org/?p=335

Penulis : H.D. Melva Sitanggang & Togu Harlen Lumban Raja

PENDAHULUAN
Keindahan alam merupakan suatu karunia Tuhan yang sangat berharga dalam kehidupan manusia karena jika dimanfaatkan dengan baik akan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat menuju sejahtera, namun jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan mengakibatkan kesengsaraan bagi kehidupan masyarakat. Tidak semua negara atau daerah memiliki keindahan alam sehingga bagi negara atau daerah yang memiliki keindahan alam seharusnya dapat memberdayakan keindahan alam tersebut dan dimanfaatkan dalam rangka kehidupan manusia yang sejahtera.

Pemerintah juga menyadari hal itu sehingga pemerintah berkewajiban menjaga kelestarian alam yang dikaruniakan oleh Tuhan sehingga harapan keberlanjutan pemanfaatannya dapat secara terus menerus dirasakan oleh masyarakat. Melalui Undang-undang atau Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Daerah pemerintah mengatur bagaimana pemanfaatan sumber daya alam tersebut agar dapat dikelola dengan baik oleh Negara dan masyarakat.

Pemerintah berperan aktif dalam pemberdayaan kekayaan alam hal ini disebabkan bahwa kekayaan alam atau keindahan alam pariwisata adalah kekayaan alam yang tidak dapat diperbarui (Danau Toba) sehingga pemerintah perlu bertanggungjawab terhadap penyelamatan kekayaan alam tersebut.
Danau Toba merupakan kekayaan alam yang sangat luar biasa dan termasuk dalam daftar keajaiban dunia sehingga keindahan Danau Toba perlu dipelihara keindahan alamnya sehingga tidak mengakibatkan kerugian kepada lingkungan dan masyarakat.

Kita juga sangat prihatin dengan keberadaan Danau Toba yang kurang begitu dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat dalam rangka peningkatan kehidupan masyarakat yang mana saat ini Danau Toba tidak lagi menjadi tujuan wisata di hati masyarakat Sumatera Khususnya.

Pertanyaannya adalah dimana salahnya dan apa solusinya?
DAMPAK PEMBERDAYAAN PARIWISATA
Pemberdayaan pariwisata terkadang tidaklah menimbulkan dampak positif saja namun dapat juga membawa dampak negatif baik bagi kehidupan masyarakat dan terhadap kekayaan alam tersebut.

A. Dampak POSITIF Dari Pemberdayaan Pariwisata
Dalam Undang-undang No 9 Tahun 1990 dijelaskan tentang tujuan pengembangan pariwisata adalah sbb:

  1. Memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan dan meningkatkan mutu dan daya tarik wisata
  2. Memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan persahabatan antar bangsa.
  3. Memperluas dan meratakan kesempatan berusaha dan lapangan pekerjaan.
  4. Meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
  5. Mendorong pendayagunaan produk nasional dan daerah.

Inpres No 9 Tahun 1969 tentang tujuan pengembangan pariwisata dijelaskan bahwa:

  1. Meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan kerja dan mendorong kegiatan-kegiatan industri penunjang dan industri sampingan lainnya.
  2. Memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia.
  3. Meningkatkan persaudaraan ataupun persahabatan Internasional.

Selanjutnya dalam Propenas 2004-2009 dikatakan bahwa pembangunan pariwisata diarahkan pada peningkatan pariwisata menjadi sektor andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi.

Dilihat dari sudut ekonomi, ada 8 keuntungan pengembangan pariwisata di Indonesia yaitu:

  1. Peningkatan kesempatan berusaha
  2. Peningkatan kesempatan kerja
  3. Peningkatan penerimaan pajak
  4. Peningkatan pendapatan nasional
  5. Percepatan proses pemerataan pendapatan
  6. Meningkatkan nilai tambah produk hasil kebudayaan
  7. Memperluas pasar produk dalam negeri
  8. Memberikan dampak Multiplier effect dalam perekonomian sebagai akibat pengeluaran wisatawan, investor maupun perdagangan luar negeri.

B. Dampak NEGATIF Dari Pemberdayaan Pariwisata
Dalam pemberdayaan pariwisata disamping dampak positif yang dapat dirasakan, ada juga dampak negative yang dapat ditimbulkan yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat setempat (lingkungan sosial budaya) serta lingkungan alam/fisik (ekologi).

Menurut Mcintosh & Goeldner mengemukakan ada 9 dampak negatif dari pemberdayaan pariwisata yaitu:

  1. Timbulnya aktivitas perjudian, pelacuran dan minuman keras
  2. Efek demonstrasi yakni keinginan penduduk setempat untuk memakai barang-barang mewah dan impor seperti yang dimiliki oleh para wisatawan
  3. Ketegangan rasial
  4. Tumbuhnya sikap merendahkan diri pada sebagian pekerja bisnis pariwisata
  5. Peminiaturan kerajinan dan kesenian guna bias menghasilkan jumlah yang banyak bagi wisatawan
  6. Standardisasi peran-peran pekerja
  7. Hilangnya kebanggaan kebudayaan
  8. Perubahan cara hidup yang terlalu cepat
  9. Tidak seimbangnya jumlah tenaga kerja yang bergaji rendah yakni pekerja kasar di beberapa hotel dan restoran.

Salah satu kunci sukses dalam membangun kepariwisataan di Indonesia adalah dengan adanya sinergi dari berbagai pihak yang terkait secara profesional yang melibatkan Negara, organisasi sosial, organisasi pariwisata dan masyarakat individu secara langsung maupun tidak langsung.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERDAYAAN PARIWISATA
Dalam pemberdayaan sektor pariwisata memang banyak faktor yang berpengaruh, namun disini dapat dijelaskan sebagian dari banyak faktor yaitu:

  1. Faktor Budaya
  2. Faktor Komunikasi
  3. Faktor Pengetahuan
  4. Faktor Motivasi
  5. Faktor Penunjang
  1. Ad.1. Faktor Budaya
    Menurut Prof Soedjito S, SH,MA (1987) dijelaskan bahwa Kebudayaan (culture) adalah pola-pola tingkah laku dan hasil tingkah laku manusia yang menjadi milik dari suatu masyarakat karena adanya suatu social heritage. Pulau Bali menjadi tujuan wisata mancanegara bukan hanya disebabkan oleh keindahan pantai Bali, namun juga disebabkan oleh budaya Bali. Keramahtamahan dan pola-pola prilaku orang Bali yang menjadi kesan bagi wisatawan untuk datang kembali ke Bali karena mereka merasa dihargai dan dilayani dengan baik.
  2. Ad.2. Faktor Komunikasi
    Menurut Larry (2003) menjelaskan bahwa kata komunikasi adalah adanya proses pembicaraan dua orang atau lebih yang saling mengerti. Selanjutnya Joseph A Devito (2001:14) mengatakan bahwa komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa komunikasi memberikan arti dalam pesan yang diterima oleh orang lain sehingga dia dapat memahami pesan dan terkesan dengan hal itu.
  3. Ad.3 Faktor Pengetahuan
    Menurut Notoatmodjo mengatakan bahwa pengetahuan adalah hasil tahu setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan tentang objek pariwisata merupakan sebuah kelemahan yang paling utama dimana masih rendahnya pengetahuan orang tentang adanya objek pariwisata.
  4. Ad.4 Faktor Motivasi
    Dessler (1994) menjelaskan bahwa motivasi adalah sebuah kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berhubungan dengan lingkungan dimana dia tinggal. Motivasi individu sangat diharapkan untuk dapat membangkitkan dirinya dan mengarahkan serta memelihara prilaku sehingga orang yang berada pada lingkungannya dapat terpengaruh dan merasa senang untuk tinggal dilingkungannya.
  5. Ad.5 Faktor Penunjang
    Faktor penunjang yaitu sarana dan prasarana sangat penting bagi sebuah daerah wisata karena akan mempermudah para wisatawan untuk berkunjung dan berwisata pada sebuah objek pariwisata.

Disamping faktor yang kelima ini masih banyak lagi faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap pemberdayaan pariwisata namun penulis hanya memberikan 5 faktor dari sekian banyak faktor lain.


BAGAIMANA DENGAN DANAU TOBA?

Danau Toba adalah reservoir air tawar terbesar di Asia Tenggara dan sebagai pegunungan tropis di dunia dengan luas permukaan mencapai 1.100 km dengan kedalaman maksimum sekitar 450 meter, terletak di puncak vulkanik tua pada ketinggian 905 meter di atas permukaan air laut (Sinamo, 1999, dan Whitten, dkk, 2001).

Posisi geografis Danau Toba yang unik ini menyimpan berbagai potensi ekonomis yang menjadi sumber kehidupan masyarakat luas, terutama sumber air tawar yang melimpah dan hutan tropis yang lebat.
Berdasarkan Kacamata estetika bahwa daya tarik Danau Toba yang paling terkenal adalah keindahan alamnya yang telah diakui dunia dimana hampir semua penjuru pemandangan Danau Toba memiliki daya pukau yang membuat orang seperti tersihir dengan kekaguman menikmati ciptaan Tuhan Yang Agung tersebut (Bappedaldau-ITB, 2001).

Seharusnya dengan kekayaan alam Danau Toba jika dimanfaatkan dengan baik akan mengakibatkan kehidupan yang sejahtera bagi masyarakat yang berada di sekitarnya, namun sudah ratusan tahun keberadaan Danau Toba kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya masih berada pada masyarakat miskin. Kita khawatir pada satu ketika Tuhan Sang Pencipta akan marah kepada kita bahwa kita tidak dapat memberdayakan ciptaanNya itu dan kita malah merusak keindahan alam Danau Toba.
SOLUSI YANG DAPAT DITAWARKAN
Sangat disayangkan bahwa suatu ketika Danau Toba akan mengalami degradasi lingkungan yang akan merugikan masyarakat kita dan Republik Indonesia dimana dunia akan mengecam Republik Indonesia karena tidak pandai mensyukuri anugrah Tuhan dan memelihara ciptaan Tuhan.
Tidak ada kata terlambat, maka hendaknya pemerintah dapat mengambil kebijakan bagaimana caranya memelihara, memberdayakan potensi Danau Toba yang berakibat terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Danau Toba merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga pemerintah harus konsisten menjaga kelestariannya karena akan merugikan diri sendiri.
Pada periode 1996-2002 ternyata sektor pariwisata telah menduduki peringkat kedua dalam peningkatan devisa Negara setelah devisa minyak bumi dan gas.

Melalui tulisan ini ada beberapa solusi yang dapat ditawarkan kepada pemerintah yaitu :

  1. Koordinasi antara pemerintah pusat, Pempropsu dan pemerintah kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba agar bekerja sama dalam pemberdayaan kawasan Danau Toba.
  2. Kesadaran masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba agar bersama-sama menjaga kelestarian Danau Toba
  3. Kesadaran masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba agar menghormati dan melayani tamu yang datang dan jangan mengambil kesempatan sesaat.
  4. Membentuk sebuah Badan Otorisasi dalam pengelolaan dan pemberdayaan Danau Toba seperti: Otorita Asahan dan Otorita Batam
  5. Konsistensi terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberdayaan sektor pariwisata agar dilaksanakan dengan baik.

Masih banyak lagi solusi yang dapat ditawarkan dalam rangka pemberdayaan Danau Toba dan kita harapkan pemerintah secepatnya mengambil kebijakan dalam memelihara dan memberdayakan Danau Toba.
Mari kita lestarikan kawasan Danau Toba agar menjadi daerah tujuan wisata dunia.

Penulis I adalah Doktor Lingkungan Universitas Negeri Jakarta
Penulis II adalah Doktor Manajemen Universitas Padjadjaran Bandung

Sumber : Harian SIB 1 & 2


Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Lake Toba Today :