save lake toba community

clean up the LAKE, green up the LAND!

Pendahuluan

SUMUT EXPO
Save Lake Toba Community ditunjuk oleh Gubernur Sumatera Utara sebagai satu-satunya LSM lingkungan hidup yang akan mengambil bagian dalam penyelenggaraan event tahunan  yang ke 4 kalinya di SUMUT EXPO. Adalah suatu kebanggaan bagi SLTC atas penunjukan ini, dengan ini berarti bisa take action untuk bisa berkampanye bagi Danau Toba di event yang bergengsi ini.

Ada 2 (dua) peran yang diikuti oleh SLTC dalam event ini yaitu:

  1. Peserta Pameran
    Pameran berlangsung selama 4 hari dari tanggal 29 Oktober – 1 Nopember 2009, SLTC melakukan kampanye aktif bagi setiap pengunjung yang hadir di stand maupun area pameran. Tak lelahnya pada pengurus yang bertugas untuk terus mengkampanyekan agar seua orang mau perduli untuk keberadaan danau Toba, untuk mau datang berwisata kesana dan ikut sama2 menjaga kebersihan dan kelestariannya.
  2. Lake Toba Forum
    Forum yang dihadiri oleh para stakeholders dan pecinta Danau Toba yang berdiskusi hal2 terbaik untuk revitalisasi Danau Toba dan lingkungan alam sekitar. Juga bagi penduduk di sekitar danau.

Dalam event besar ini SLTC bertemu dengans alah satu pemerhati lingkungan yang sayang pada Danau Tobayaitu Ibu Dewi Motik yang saat itu juga mengajak SLTC untuk bekerja sama dengan Gerakan Perempuan yang dimotori oleh beliau, yang memiliki misi untuk penghijauan kawasan di beberapa daerah di Indonesia termausk kawasan di Sumatera Utara, khususnya danau Toba.

Berikut catatan hasil LAKE TOBA FORUM :

LAKE TOBA FORUM I
@ SUMUT EXPO - BALAI KARTINI JAKARTA 30 OKTOBER 2009

Hosted by :
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemprov Sumut
Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT)

Supported by :
Save Lake Toba Community (SLTC)

BAHAN PEMIKIRAN UNTUK RENCANA AKSI

  1. Ekosistem Kawasan Danau Toba
    Rekomendasi  Kepala Badan Lingkungan Hidup, Syamsul Arifin :

    • Pengkajian daya dukung dan daya tampung lingkungan Danau Toba sebagai persyaratan pemberian perijinan usaha di kawasan Danau Toba
    • Peninjauan kembali perijinan kegiatan-kegiatan yang  berdampak terhadap penurunan kuantitas dan kualitas perairan Danau Toba
    • Danau Toba destinasi wisata Visit Indonesia Year 2010
    • Pembangunan dan pemerataan energi listrik di kawasan Danau Toba
    • Pemetaan dan penyusunan Tata Ruang daratan dan perairan Danau Toba denga mengacu kepada Dokumen LTEMP
    • Rehabilitasi lahan kritis di kawasan Danau Toba
    • Dukungan terhadap pelaksanaan/implementasi dan pengembangan LTEMP
  2. Peran  Dunia  Usaha  Dalam  Rangka Optimalisasi   Kepariwisataan   Kawasan   Danau   Toba   Yang Bernuansa  Pelestarian   Lingkungan
    Rekomendasi Letjen (Purn) Luhut Panjaitan :

    • Peran Dan Tindakan  Para  Kepala  Daerah  Tingkat I & II :
      1. Merelokasi  kerambah  ikan  dan  melarang  membangun  ditepi  danau
      2. Kabupaten yg bersinggungan dgn  danau  toba  dilarang  mengeluarkan izin penebangan kayu
      3. Dilarang   menggunakan   jalan  negara  untuk  usaha  hti/perkebunan  dan  tinjau kembali  amdal  PT Toba  Pulp Lestari (TPL)
      4. Meningkatkan   sumberdaya  manusia dibidang agroindustri  pertanian dan agrowisata
    • Para tokoh  masyarakat  adat dan  pemuka  agama
      1. Menumbuhkan  kesadaran  masyarakat  pentingnya  hutan  sbg resapan  air
      2. Mempelopori  pelestarian  hutan  dgn  ikut  serta  dlm  penghijauan
      3. Terrlibat  langsung dlm  pengawasan  hutan.
    • Para  investor
      1. Terapkan  sistem  pertanian  organik dan mekanisasi    dgn menerapkan    tehnologi  organik
      2. Sebagai  mitra  petani  dlm  mengembangkan  keunggulan  lokal
      3. Memberikan  modal  kerja
      4. Kemudahan perijinan dan pajak
    • Kelompok  masyarakat
      1. Menyiapkan  lahan  bagi  investor  dgn  sistem  kontrak   atau  bagi  hasil
  3. Peluang dan Tantangan Peningkatan Danau Toba sebagai Objek Turisme
    Rekomendasi Miranda Gultom, Senior Deputi Gubernur Bank Indonesia:

    1. Daya tarik budaya dan adat :
      • Pelihara budaya
      • Ciptakan agenda tetap program budaya, show, seminar dan lain sebagainya
      • Ciptakan program unik – seperti pemanfaatan kereta api kuno jalur medan ke perkebunan2 sekitarnya, seperti di Losari Jawa Tengah
    2. Infrastuktur yang nyaman:
      • Kepastian jadwal penerbangan, jadwal kereta api, jadwal bus yang tepat
      • Pentingnya kebersihan, bukan kemewahan
      • Pentingnya keamanan, bukan harus paling modern
  4. Pembangunan Kepariwisataan Kawasan Danau Toba
    Kontribusi Bagi MasyarakatRekomendasi Direktur Promosi Dalam Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Drs. Fathul Bahri, M.Si

    1. Revitalisasi dan pengembangan produk-produk wisata unggulan pada kawasan-kawasan pariwisata strategis
    2. Pembangunan infrastruktur, termasuk kapasitas dan kualitas moda transportasi yang mampu memberi kemudahan pergerakan wisatawan baik melalui akses darat, laut maupun udara
    3. Pembangunan sarana prasarana penunjang kepariwisataan yang mampu meningkatkan kenyamanan perjalanan dan kunjungan wisatawan di destinasi pariwisata.
    4. Membuka peluang tumbuhnya usaha-usaha kepariwisataan (akomodasi/ penginapan, makanan/ minuman, souvenir/ kerajinan, dsbnya) untuk mendukung kebutuhan penyediaan fasilitas bagi penyelenggaraan event maupun wisatawan yang berkunjung
    5. Meningkatkan tambahan pendapatan bagi usaha ekonomi setempat dan bentuk usaha jasa lainnya (misal: seni kerajinan, pertunjukan, penyewaan kendaraan, portir, pemandu wisata, dsbnya)
  5. Penataan Kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Nasional
    Rekomendasi Direktur Wilayah 1 Penataan Ruang, Departemen Pekerjaan Umum :

    1. Rencana Sistem Jaringan Telematika
      Rencana Sentral Telekomunikasi ditetapkan di Kota Prapat, Balige, Siborong-borong, Dolok Sanggul, Pangururan, Merek, Porsea dan Tomok
      Jaringan bergerak satelit dilayani melalui stasiun bumi di Kabupaten Karo
    2. Rencana Sistem Jaringan Air Minum dan Drainase
      SPAM harus dipadukan dengan sumber air baku : Danau Toba, sungai dan mata air.
      Rencana kapasitas BPAM:
      Prapat (780 l/dt), Porsea (400 l/dt), Balige (700 l/dt), Siborong-borong (400 l/dt), Dolok Sanggul (350 l/dt), Pangururan    (344 l/dt) dan Merek (300 l/dt )
    3. Rencana Sistem Jaringan  Air Limbah
      Bangunan pengolahan air limbah (BPAL) sebagai komponen sistem pembuangan air limbah terpusat direncanakan di: Prapat – Ajibata, Balige, Tomok dan Tongging
    4. Rencana Sistem Jaringan Sumberdaya Air
      TPA terpadu direncanakan lokasinya di: Kecamatan Dolok Panggaribuan (Kab.Simalungun), Kecamatan Silaen (Kab. Tobasa), Kecamatan Laguboti (Kab. Tobasa), Desa Sinta Dame, Kec. Simanindo (Kab. Samosir), Kec. Parbuluan (Kab. Dairi) dan Kec. Dolok Sanggul
    5. Rencana Sistem Jaringan Sumberdaya  Air
      Danau Toba ditetapkan kembali sebagai:

      • Sumber air baku air minum (kualitas kelas satu)
      • Sumberdaya pembangkit listrik tenaga air (PLTA)  Asahan, Sigura-gura dan PLTA Tangga
      • Sumber air pertanian untuk DI di Kabupaten Tobasa
    6. Rencana Sistem Jaringan Energi
      Pembangkit tenaga listrik direncanakan di:

      • PLT Panas Bumi di Pusuk Bukit dan Simbolon Nainggolan
      • PLTA Lae Renun
      • PLTMH dan Diesel Desa
    7. Rencana Gardu Induk (GI) di:
      • GI 275 KV di Prapat dan Balige
      • GI 150 KV di Porsea, Siborong-borong, Dolok Sanggul, Pangururan, Tomok, Sidikalang, Merek-Tongging

      Fasilitas SPBU yang ada di Kawasan Danau Toba tetap dilayani oleh Depo BBM yang ada di Medan-Belawan, Pematang Siantar dan Sibolga.

RANGKUMAN DISKUSI PANEL

  1. Kondisi ekosistem Danau Toba sudah kritis karena  pencemaran limbah masyarakat termasuk eceng gondok serta terjadinya perambahan hutan/penebangan pohon
  2. Partisipasi masyarakat untuk melestarikan Danau Toba sangat rendah, hal ini disebabkan antara lain karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian Danau Toba;
  3. Potensi Danau Toba sebagai tujuan pariwisata tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Ditrambah dengan rendahnya attitude masyarakat dalam hal “hosptitality” (keramahtamahan) mengakibatkan semakin terpuruknya dunia pariwisata di Danau Toba.
  4. Pemerintah daerah yang kurang tanggap dan tidak mempunyai arah kebijakan yang terkoordinir dalam menangani Danau Toba
  5. Tidak ada koordinasi yang terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam merencanakan dan menjalankan program-programnya di Danau Toba. Masing-masing aparatur bekerja sendiri – sendiri sehingga tidak ada sinergi.
  6. Pemerintah Kabupaten Humbahas tidak menginginkan adanya HTI di wilayah mereka, dan mereka sudah mengirimkan surat ke pemerintah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar izin HTI yang ada saat ini dicabut.
  7. Bupati Samosir menyatakan bahwa belum ada kebijakan tata ruang sehingga mereka kesulitan menerapkan suatu kebijakan
  8. Perlu strategi penyebaran informasi  mengenai pariwisata dan setiap event di kawasan Danau Toba secara efektif baik melalui media cetak maupun elektronik terutama lewat internet. Informasi harus dikelola secara profesional sehingga calon wisatawan mempunyai realible and easily-accessed  information.

Penulis :
Denny Rajagukguk
Koordinator Hubungan antar Lembaga & Litbang SLTC

Daftar Hadir pada acara ini :

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1511530606; mso-list-template-ids:-1740067708;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>

  1. Letjen (Purn) Luhut Panjaitan
  2. Miranda Gultom
  3. Letjen (Purn) Cornell Simbolon
  4. Fathul B (BudPar)
  5. Syamsul Arifin, Kepala BLH Sumut
  6. Darwin L, BLHPP Samosir
  7. Edward Simanjuntak, Kepala BKPEKDT
  8. Efendi Sirait (Kepala Otorita Asahan)
  9. Edward Sinuhaji, Kabag Planning Otorita Asahan
  10. Tahta Ginting (Otorita Asahan)
  11. Max Pohan, BAPENAS
  12. Mangindar Simbolon (Bupati Samosir)
  13. Johnny Buyung Saragih (DPR)
  14. Arief Pramono (Medco)
  15. Kalvari (Medco)
  16. Edib Muslim (Lembaga Investasi Berkelanjutan LIB)
  17. Jasmin Limbong (Diskoperindag Kab Samosir)
  18. P Sitorus (Toba Sejahtera)
  19. Alexander Barus (Deperin)
  20. Luc De Meester (Team Leader of AGSI)
  21. Cut Myra (PU)
  22. Bambang Guritno (INALUM)
  23. John Pieter Gultom
  24. Robert Simanjuntak
  25. Posma Marbun (CAS)
  26. M Mungkur
  27. Wahid Ritonga (PSDA Sumut)
  28. Somian, (DKP)
  29. Cinta Alam Samosir
  30. Hatorangan S (Ka Bappeda Samosir)
  31. Marganti Manulang (WaBup Kab Humbahas)
  32. Ariodilah (PU)
  33. Bramandita Resa (PU)
  34. Haryanto (PU)
  35. Drs Melani Butar Butar (Dinas Pariwisata Samosir)
  36. JB Siringo-ringo (Medan)
  37. Aspan Sofian (Medan)
  38. M Roem ( Distan Sumut)
  39. Wilmar L Toruan (Distan Sumut)
  40. Ahyar (Distan Sumut)
  41. R Parapat (Dishub Sumut)
  42. Melva Samosir (SOL/ITOCHU)
  43. Evelyn S (Medco)
  44. Endah R (BudPar)
  45. Armeli (BudPAr)
  46. Antariksa (Budpar)
  47. Aisyah (Medan)
  48. Fernando Sitanggang (Green Ferti Samosir)
  49. Miduk Hutabarat (Medan)
  50. Sendy (Private sector)
  51. Edo Panjaitan (Batak Pos)
  52. Henry Sianipar (SCTV)
  53. Sarah Sayekti (Koresponden Media Asing)
  54. Ozy (Analisa)
  55. Saurma (Analisa)
  56. John Mul Purba (Pemerhati Pariwisata)
  57. Josephine Purba (PT UZM)
  58. Philipe Lyssens (FAO)
  59. Elly Aritonang (Kirstie Home)
  60. Tim BKPEKDT
  61. Suhunan Situmorang, Ketua Board of Ethics (BoE) SLTC
  62. Karyanta Sinulingga, Anggota BoE SLTC
  63. John Fresly Hutahayan, Anggota BoE SLTC
  64. Lay Siagian, BoE SLTC
  65. Tengku Ryo, anggota SLTC)
  66. Fritz Bonar Panggabean, Koordinator Umum SLTC
  67. Denni R, Koordinator HAL SLTC
  68. Lidya Hutagaol, Koordinator Humas SLTC
  69. maaf bila ada nama peserta yang tidak tercatat di daftar hadir ini, silakan konfirmasi ulang……………….

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Lake Toba Today :